Indonesia, 30 Juli 2026 — Asosiasi Pendidikan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) telah menyelenggarakan Tryout Uji Kompetensi Nasional (TOUKOM) Tahap II Tahun 2026 pada Sabtu–Senin, 4–6 Juli 2026. Kegiatan berbasis Computer Based Test (CBT) ini diikuti sekitar 1.600 mahasiswa Program Diploma Tiga (D3) Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) serta Diploma Empat/Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) dari institusi pendidikan anggota APTIRMIKI di seluruh Indonesia.
Sebagai organisasi yang menaungi institusi pendidikan RMIK dan MIK, APTIRMIKI terus mendorong peningkatan mutu pendidikan dan lulusan melalui berbagai program strategis. Penyelenggaraan TOUKOM secara berkala menjadi bagian dari upaya tersebut, khususnya dalam mendukung kesiapan mahasiswa sebelum mengikuti Uji Kompetensi Nasional.
TOUKOM sebagai Instrumen Evaluasi Kesiapan
TOUKOM merupakan salah satu program kerja strategis Bidang Penjaminan Mutu APTIRMIKI. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengukur tingkat kesiapan, memetakan capaian kompetensi, dan mengenali area yang masih perlu diperkuat sebelum mengikuti uji kompetensi.
Bagi institusi pendidikan, hasil TOUKOM dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat proses pembelajaran dan pembinaan mahasiswa menjelang pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional.
Pelaksanaan Berbasis CBT di Institusi Anggota
Seperti pada pelaksanaan TOUKOM Tahap I, TOUKOM Tahap II dilaksanakan menggunakan metode CBT di masing-masing institusi pendidikan anggota APTIRMIKI. Penggunaan CBT sejalan dengan perkembangan sistem asesmen berbasis teknologi dan membantu peserta membiasakan diri dengan mekanisme ujian yang digunakan dalam berbagai evaluasi kompetensi profesi kesehatan, termasuk Uji Kompetensi Nasional.
“TOUKOM Tahap II ini menegaskan kembali komitmen APTIRMIKI dalam mempersiapkan mahasiswa RMIK dan MIK dari institusi pendidikan anggota untuk mengikuti Uji Kompetensi Nasional. Melalui kegiatan ini, institusi anggota memperoleh umpan balik mengenai capaian kompetensi awal mahasiswa yang dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam menyusun tindak lanjut peningkatan kesiapan peserta.”
— Dian Budi Santoso, S.KM., M.P.H., Ketua Umum APTIRMIKI
Manfaat bagi Institusi dan Peserta
Melalui TOUKOM nasional ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengukur kemampuan akademik, membiasakan diri dengan format asesmen, dan mengevaluasi area kompetensi yang belum tercapai. Sementara itu, institusi pendidikan memperoleh umpan balik sebagai dasar dalam menyusun tindak lanjut pembelajaran dan pembinaan mahasiswa.
APTIRMIKI berharap kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesiapan dan tingkat kelulusan peserta Uji Kompetensi Nasional, sekaligus mendukung ketercapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Komitmen terhadap Peningkatan Mutu Lulusan
APTIRMIKI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan institusi anggota, dosen, pengawas, panitia lokal, dan mahasiswa yang telah berpartisipasi aktif serta menyukseskan penyelenggaraan TOUKOM Tahap II Tahun 2026.
Ke depan, APTIRMIKI akan terus mengembangkan program peningkatan mutu dan mendorong keterlibatan seluruh anggota dalam memperkuat kualitas lulusan RMIK dan MIK di Indonesia.
Tags:
APTIRMIKI TOUKOM 2026 Tryout Uji Kompetensi Nasional CBT Rekam Medis Manajemen Informasi Kesehatan RMIK MIK Kompetensi MahasiswaAdministrator
Penulis artikel di APTIRMIKI