Indonesia, Februari 2026 — Asosiasi Pendidikan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) kembali menyelenggarakan Tryout Uji Kompetensi Nasional (TOUKOM) Tahap I Tahun 2026 pada tanggal 7–9 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 mahasiswa Program Diploma Tiga Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D3 RMIK) serta Diploma Empat/Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) dari berbagai institusi anggota APTIRMIKI di seluruh Indonesia.
TOUKOM merupakan salah satu program strategis APTIRMIKI yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Nasional melalui simulasi ujian yang dirancang sesuai dengan standar dan mekanisme pelaksanaan ujian sesungguhnya. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi awal terhadap capaian pembelajaran sekaligus mengukur tingkat kesiapan peserta sebelum mengikuti uji kompetensi resmi.
Pelaksanaan TOUKOM Tahap I Tahun 2026 dilakukan secara serentak di masing-masing institusi pendidikan anggota APTIRMIKI menggunakan metode Computer Based Test (CBT). Metode ini dipilih untuk memberikan pengalaman ujian yang lebih autentik, efektif, dan sesuai dengan perkembangan sistem asesmen berbasis teknologi yang saat ini diterapkan dalam berbagai evaluasi kompetensi profesi kesehatan.
Selain memberikan pengalaman simulasi ujian berbasis komputer, pelaksanaan TOUKOM juga menjadi bagian dari upaya transformasi digital dalam proses evaluasi pembelajaran. Melalui sistem CBT, proses pelaksanaan ujian dapat berlangsung lebih objektif, efisien, dan terstandar di seluruh institusi peserta.
Ketua Umum APTIRMIKI, Dian Budi Santoso, S.KM., M.P.H., menyampaikan bahwa TOUKOM merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan di Indonesia.
“TOUKOM bukan sekadar simulasi ujian, tetapi merupakan bagian dari upaya pembinaan akademik yang terintegrasi untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan tingkat kelulusan serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan,” ujar Dian Budi Santoso.
Melalui pelaksanaan TOUKOM secara serentak, peserta memperoleh kesempatan untuk mengukur kemampuan akademik, memahami karakteristik soal uji kompetensi, serta mengidentifikasi area kompetensi yang masih perlu ditingkatkan. Hasil TOUKOM juga dapat dimanfaatkan oleh institusi pendidikan sebagai bahan evaluasi dalam memperkuat proses pembelajaran dan pembinaan mahasiswa menjelang pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional.
APTIRMIKI menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi anggota, dosen, panitia lokal, dan mahasiswa yang telah berpartisipasi aktif dalam TOUKOM Tahap I Tahun 2026. Ke depan, APTIRMIKI akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan akademik dan persiapan uji kompetensi guna mendukung terciptanya lulusan RMIK dan MIK yang kompeten, profesional, serta siap berkontribusi dalam transformasi kesehatan Indonesia.

Tags:
APTIRMIKI TOUKOM 2026 Tryout Uji Kompetensi Uji Kompetensi Nasional CBT Rekam Medis Manajemen Informasi Kesehatan RMIK MIK Penjaminan MutuAdministrator
Penulis artikel di APTIRMIKI